Minggu, 14 Desember 2014

Pembentukan Eritrosit (sel darah merah ) pada manusia


Eritrosit dihasilkan pertama kali didalam kantong kuning saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah  beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk didalam hati ,limfa,dan kelenjar sumsum tulang . Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin . Setelah dewasa eritrosit dibentuk disumsum membranosa. Semakin bertambah usia seseorang , maka produktivitas sumsum tulang semakin tulang semakin turun.
            Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit ,eritrosit,megakariosit(pembentuk keeping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam system reticulum endoteliumterutama dalam limfa dan hati.
Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin , yaitu yang berwarna kehijauan yang dapat dilhat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada warna memar.
Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode:
1.      Mesoblastik
2.      Hepatic
3.      Myeloid
Ciri-ciri eritrosit :
1.      Bentuk eritrosit diskus bikonkaf dengan diameter 8,6 µm
2.      Mengandung haemoglobin(Hb) yaitu suatu protein yang mengandung zat besi dan karbonik anhidrase (suatu enzim yang terlibat dalam transport O2).
3.      Jumlah normal :
·         Pria : 4,5 juta – 5,5 juta /mm2, dan
·         Wanita : 4 juta – 5 juta /mm2
Fungsi eritrosit:
1.      Mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh sel tubuh ,sedang CO2 juga diangkut oleh eritrosit dan plasma darah.
2.      Daya angkut O2 tersebut akibat Hb mempunyai afinitas terhadap O2, dimana 1 g Hb mampu mengangkut 1,34 cc O2, atau 100 cc darah mengangkut 20 cc O2.
Metabolisme eritrosit :
1.      Umur eritrosit adalah 120 hari
2.      Eritrosit mati mengalami destruksi di limpa, kemudian hemoglobin akan dipecah menjadi heme dan globin.
3.      Hemoglobin ------> haem/heme + globin
4.      Haem /heme akan di ubah menjadi zat besi dan porfirin
5.      Heme  ------>  besi + porfirin
6.      Zat besi digunakan untuk membentuk eritrosit baru sedangkan porfirin akan diubah menjadi bilirubin
7.      Porfirin  ---->  bilirubin ----->  mewarnai urin (urobilin) dan feses (sterkobiline)
8.      Tempat pembuatan sel eritrosit adalah : hati, sum-sum tulang dan limpa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar