Jumat, 19 Desember 2014

Tempat wisata terbaru Kota Baubau



1.   Kolema, Holliwood Baubau
Jika anda belum pernah melihat langsung Landamark Holliwood di Los Angeles, Amerika Serikat, anda tak perlau jauh-jauh ke sana. Sebab, Landamark bergengsi dunia itu, anda bisa temui di Kota Baubau. Tulisan Baubau, yang memanjang di atas Bukit Kolema, benar-benar menyerupai tulisan Holliwood di Los Angeles-Amerika.






Bukit Kolema terletak sekitar lima kilo meter arah Timur kota Baubau dengan ketinggian sekitar  lebih dari  seratisan meter dari permukaan laut. Di puncak bukit itu dibangun pelataran gantung  (taman) dan satu tembok bertuliskan ”Baubau” sepanjang 30 meter dan tinggi 15 meter. Tulisan Baubau, terlihat jelas dari kejauhan, khusnya dilihat ketika anda berada di tengah laut. Dengan letak yang menghadap ke barat seakan menyambut kedatangan anda di kota Baubau yang semerbak.




Dahulu, taman gantung bukit Kolema hanya dikenal hanya berupa jurang yang curam dan ditumbuhi semak belukar, serta terkenal angker. Di lokasi ini juga sering terjadi kecelakaan yang diduga disebabkan oleh hal-hal gaib seperti yang diyakini oleh orang-orang kebanyakan. Namun, segala sesuatu yang dianggap seram dan mengerikan tersebut disulap menjadi subuah tempat yang indah oleh pemerintah kota Baubau.



Ketika anda berada di bukit tersebut, anda bisa menyaksikan panorama kota Baubau, eksotisme pantai dan bukit-bukit lain di pulau-pulau tetangga. Apalagi anda berada pada waktu malam hari. Lampu-lampu di dalam kota seperti seribu bintang  yang ada diangkasa. Keindahannya sulit untuk diungkapkan dengan bahasa lisan, tapi hanya bisa dirasakan dalam jiwa.

Taman gantung Kolema dihubungkan dengan pelataran Wantiro yang ada ditepi jurang yang ketinggiannya kira-kira sekitar 20 meter lebih. Pelataran Wantiro memiliki panjang kurang lebih dari 1 kilo meter. Di sini anda bisa menikmati aneka kuliner khas Wantiro, seperti ubi goerng, saraba, sukun goreng, kopi wantiro, dan jajanan khas lainnya.

Dulunya, kawasan ini (Wantiro) hanya sebagai tempat pembuangan sampah liar. Setelah dibangunnya pelataran Wantiro ini, kini tempat itu berubah menjadi kawasan yang paling diminati masyarakat dan wisatawan lokal maupun asing. Lokasi ini juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan sunset yang tenggelam dibalik kota Baubau.





2.      Pantai kamali

Pantai Kamali terletak di jantung Kota Baubau di dekat Pelabuhan Murhum merupakan kawasan wisata kuliner pada malam hari. Menu yang disediakan beraneka ragam mulai dari snack hingga makanan berat dengan harga terjangkau. Pantai ini merupakan pantai kebanggaan masyarakat Baubau layaknya Pantai Losari milik Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Kawasan Boulevard milik Kota Manado, Sulawesi Utara. Event-event penting sering diadakan di sini. Terdapat pula aneka jajanan khas kota ini di Pantai Kamali.
Pantai Kamali dapat diakses dengan menggunakan angkot, taksi, becak, dan kendaraan pribadi maupun sewaan. Fasilitas yang disediakan hotspot, arena bermain anak, bus wisata yang mengantar dari Pantai Kamali ke Benteng Keraton dan kembali ke Pantai Kamali, dan lantai refleksi. Di pantai ini pula terdapat Monumen Naga sebagai maskot Kota Baubau yang berdiri megah . Tidak perlu membeli tiket untuk ke kawasan ini. Gratisssss  lohhhhhhhhhh ……..











3.    Benteng keraton buton
Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Baubau,sulawesi tenggara  Benteng ini merupakan bekas ibukota kesultanan buton memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur/gunung. Benteng yang berbentuk lingkaran ini dengan panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.
Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota Baubau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian,suatu pemandangan yang cukup menakjukkan. Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan 





4.  Bukit teletubies pasarwajo

Jejeran bukit-bukit nan indah di kota baubau ini membuat siapa saja yang melihatnya terkesan . bagaimana tidak bukit teletubies ini hampir mirip dengan bukit teletubies yang ada di gunung bromo , bukit ini terletak di pinggir jalan jika anda ingin ke pasarwajo . Pemandangannya sangat indah,dengan pepohonan yang jarang, angin bertiup kesana kemari membuat suasana menjadi sejuk, seakan-akan anda sedang berada di padang rumput . Cocok untuk anda yang suka  berfoto atau selfie di tempat ini.










5.      Pantai nirwana

Pantai nirwana , inilah nama dari pantai yang terkenal di Sulawesi tenggara tepatnya dikota Baubau pulau Buton . Pantai Nirwana sebuah kawasan obyek wisata bahari yang terletak di bibir pantai barat Kota Bau-Bau yang dengan kekayaan dan keunikannya sebagai satu pantai yang memiliki berbagai keunggulan dalam dunia wisata bahari. Lokasi wisata alam pantai Nirwana yang berada di kelurahan Sula kecamatan Betoambari Kota Bau-Bau selain memiliki panorama alam yang indah juga dapat dimanfaatkan untuk ajang olah raga diving dan therapy untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit. Memiliki pasir putih yang panjang sekitar 3 kilometer .







Inilah tempat wisata yang terkenal dikota baubau , masih banyak tempat wisata lainnya yang bisa anda kunjungi dikota Baubau ,pulau Buton seperti air terjun samparona, air terjun Tirta rimba, gua lakasa yang menyuguhkan stalaktit dan stalakmit, gua moko , permandian alam bungi  yang menyuguhkan air terjun bertingkat dan objek wisata lainnya . . .

Jika ada saran silahkan tinggalkan komentar anda, Terimakasih ……

Minggu, 14 Desember 2014

Pembentukan Eritrosit (sel darah merah ) pada manusia


Eritrosit dihasilkan pertama kali didalam kantong kuning saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah  beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk didalam hati ,limfa,dan kelenjar sumsum tulang . Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin . Setelah dewasa eritrosit dibentuk disumsum membranosa. Semakin bertambah usia seseorang , maka produktivitas sumsum tulang semakin tulang semakin turun.
            Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang yang terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit ,eritrosit,megakariosit(pembentuk keeping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel darah merah menjadi rusak dan dihancurkan dalam system reticulum endoteliumterutama dalam limfa dan hati.
Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringan-jaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin , yaitu yang berwarna kehijauan yang dapat dilhat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada warna memar.
Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode:
1.      Mesoblastik
2.      Hepatic
3.      Myeloid
Ciri-ciri eritrosit :
1.      Bentuk eritrosit diskus bikonkaf dengan diameter 8,6 µm
2.      Mengandung haemoglobin(Hb) yaitu suatu protein yang mengandung zat besi dan karbonik anhidrase (suatu enzim yang terlibat dalam transport O2).
3.      Jumlah normal :
·         Pria : 4,5 juta – 5,5 juta /mm2, dan
·         Wanita : 4 juta – 5 juta /mm2
Fungsi eritrosit:
1.      Mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh sel tubuh ,sedang CO2 juga diangkut oleh eritrosit dan plasma darah.
2.      Daya angkut O2 tersebut akibat Hb mempunyai afinitas terhadap O2, dimana 1 g Hb mampu mengangkut 1,34 cc O2, atau 100 cc darah mengangkut 20 cc O2.
Metabolisme eritrosit :
1.      Umur eritrosit adalah 120 hari
2.      Eritrosit mati mengalami destruksi di limpa, kemudian hemoglobin akan dipecah menjadi heme dan globin.
3.      Hemoglobin ------> haem/heme + globin
4.      Haem /heme akan di ubah menjadi zat besi dan porfirin
5.      Heme  ------>  besi + porfirin
6.      Zat besi digunakan untuk membentuk eritrosit baru sedangkan porfirin akan diubah menjadi bilirubin
7.      Porfirin  ---->  bilirubin ----->  mewarnai urin (urobilin) dan feses (sterkobiline)
8.      Tempat pembuatan sel eritrosit adalah : hati, sum-sum tulang dan limpa.

Zat Besi Dalam Darah



A. Pengertian Zat besi 

Besi merupakan salah satu unsur pokok alamiah dalam kerak bumi. Keberadaan besi dalam air tanah biasanya berhubungan dengan pelarutan batuan dan mineral terutama oksida, sulfida karbonat, dan silikat yang mengandung logam-logam tersebut (Poerwadio dan Masduqi, 2004).
Besi (Fe) adalah logam berwarna putih keperakan, liat dan dapat dibentuk. Fe di dalam susunan unsur berkala termasuk logam golongan VIII, dengan berat atom 55,85 g.mol-1, nomor atom 26, berat jenis 7,86 g.cm-3 dan umumnya mempunyai valensi 2 dan 3 (selain 1, 4, 6). Besi (Fe) adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam keadaan bebas, untuk mendapatkan unsur besi, campuran lain harus dipisahkan melalui penguraian kimia. Besi digunakan dalam proses produksi besi baja, yang bukan hanya unsur besi saja tetapi dalam bentuk alloy (campuran beberapa logam dan bukan logam, terutama karbon) 
Zat besi (Fe) merupakan mikroelemen yang esensial bagi tubuh, zat ini terutama diperlukan dalam hematopoiesis (pembentukan darah) yaitu dalam sintesa haemoglobin (Hb) .

B. Komposisi Zat Besi Dalam Tubuh

Jumlah zat besi di dalam tubuh seorang normal berkisar antara 3 – 5 gr tergantung dari jenis kelamin, berat badan dan haemoglobin. Besi di dalam tubuh terdapat dalam haemoglobin sebanyak 1,5 – 3,0 gr dan sisa lainnya terdapat di dalam plasma dan jaringan. Di dalam plasma besi terikat dengan protein yang disebut “transferin” yaitu sebanyak 3 – 4 gr. Sedangkan dalam jaringan berada dalam suatu status esensial dan bukan esensial. Disebut esensial karena tidak dapat dipakai untuk pembentukan Hb maupun keperluan lainnya (Soeparman, 1990).

 C. Fungsi Utama Zat Besi dalam Tubuh
 
Jumlah zat besi di dalam tubuh orang dewasa sehat adalah lebih kurang sebanyak 4 gram. Sebagian besar yaitu 2,5 gram berada di dalam sel-sel darah merah atau hemoglobin. Zat besi yang terdapat di dalam pigmen pada otot disebut myoglobin yang berfungsi untuk menangkap dan memberikan oksigen. Enzim intraselluler yang disebut phorphyrin juga mengandung zat besi. Enzim lain yang terpenting diantaranya adalah cytochrome yang selalu banyak terdapat di dalam sel. Pada orang yang sehat. sebagian zat besi yaitu lebih kurang 1 gram disimpan didalam hati yang berikatan dengan protein yang disebut ferritin.
Didalam tubuh zat besi mempunyai fungsi yang berhubungan dengan pengangkutan, penyimpanan dan pemanfaatan oksigen yang berada dalam bentuk hemoglobin, myoglobin atau cytochrome. Untuk memenuhi kebutuhan guna pembentukan hemoglobin. sebagian besar zat besi yang berasal dari pemecahan sel darah akan dimanfaatkan kembali. Kemudian baru kekurangannya harus dipenuhi dan diperoleh melalui makanan.
Keseimbangan zat besi di dalam tubuh perlu dipertahankan yaitu jumlah zat besi yang dikeluarkan dari tubuh sarna dengan jumlah zat besi yang diperoleh tubuh dari makanan. Bila zat besi dari makanan tidak mencukupi. maka dalam waktu lama akan mengakibatkan anemia. Sel-sel darah merah berumur 120 hari, jadi sesudah 120 hari sel-sel darah merah mati dan diganti dengan yang baru. Proses penggantian sel darah merah dengan sel-sel darah merah baru disebut turn over. 

D. Sumber Zat Besi
 
Ada dua jenis zat besi dalam makanan, yaitu zat besi yang berasal dari hem dan bukan hem. Walaupun kandungan zat besi hem dalam makanan hanya antara 5 – 10% tetapi penyerapannya hanya 5%. Makanan hewani seperti daging, ikan dan ayam merupakan sumber utama zat besi hem. Zat besi yang berasal dari hem merupakan Hb. Zat besi non hem terdapat dalam pangan nabati, seperti sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan buah-buahan (Wirakusumah,1999).
            Zat besi nonhem didalam bentuk kompleks inorganic Fe3+ dipecah pada waktu pencernaan berlangsung dan sebagian dirubah dari Fe3+ menjadi Fe2+ yang lebih siap diabsorpsi. Konversi Fe3+ menjadi Fe2+ dipermudah oleh adanya faktor endogenus seperti HCl dalam cairan sekresi gastric, komponen zat gizi yang berasal dari makanan seperti vitamin C, atau daging, atau ikan.
Zat gizi yang telah dikenal luas dan sangat berperanan dalam meningkatkan absorpsi zat besi adalah vitamin C. Vitamin C dapat meningkatkan absorpsi zat besi nonhem sampai empat kali lipat.Vitamin C dengan zat besi mempunyai senyawa ascorbat besi kompleks yang larut dan mudah diabsorpsi, karena itu sayur-sayuran segar dan buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C baik dimakan untuk mencegah anemia .
Selain faktor yang meningkatkan absorpsi zat besi seperti yang telah disebutkan, ada pula faktor yang menghambat absorpsi zat besi. Faktor-faktor yang menghambat itu adalah tannin dalam teh, phosvitin dalam kuning telur, protein kedelai, phytat, fosfat, kalsium, dan serat dalam bahan makanan (Monsen and Cook dalam Husaini, 1989). Zat-zat gizi ini dengan zat besi membentuk senyawa yang tak larut dalam air, sehingga lebih sulit diabsorpsi. Seseorang yang banyak makan nasi, tetapi kurang makan sayur-sayuran serta buah-buahan dan lauk-pauk, akan dapat menjadi anemia walaupun zat besi yang dikonsumsi dari makanan sehari-hari cukup banyak. Kecukupan konsumsi zat besi Nasional yang dianjurkan untuk anak balita berumur 1-3 tahun adalah 8 mg, sedangkan untuk anak balita berumur 4-6 tahun adalah 9 mg (Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi, 2003)

keanekaragaman konsumsi makanan sangat penting dalam membantu meningkatkan penyerapan Fe di dalam tubuh. Kehadiran protein hewani, vitamin C, vitamin A, zink (Zn), asam folat, zat gizi mikro lain dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Manfaat lain mengkonsumsi makanan sumber zat besi adalah terpenuhinya kecukupan vitamin A. Makanan sumber zat besi umumnya merupakan sumber vitamin A.
Makanan rata-rata mengandung sekitar 6 mgram zat besi setiap 1.000 kalori, sehingga rata-rata orang mengkonsumsi zat besi sekitar 10-12 mgram/hari. Sumber yang paling baik adalah daging. Tubuh menyerap sekitar 1-2 mgram zat besi dari makanan setiap harinya, yang secara kasar sama dengan jumlah zat besi yang dibuang dari tubuh setiap harinya.

E . Dampak Kekurangan dan kelebihan zat besi
 
Kurangnya zat besi dan asam folat dapat menyebabkan anemia. Proses kekurangan zat besi sampai menjadi anemia melalui beberapa tahap. Awalnya terjadi penurunan simpanan cadangan zat besi, bila tidak dipenuhi masukan zat besi lama kelamaan timbul gejala anemia disertai penurunan kadar Hb. Kadar normal haemoglobin dalam darah yaitu pada anak balita 11 gr%, anak usia sekolah 12 gr%, wanita dewasa 12 gr%, ibu hamil 11 gr%, laki-laki 13 gr%, ibu menyusui 12 gr% (Departemen Kesehatan, 1992).
Ciri-ciri gejala anemia tidak khas dan sulit ditemukan tetapi dapat terlihat dari kulit dan konjungtiva yang pucat, tubuh lemah, nafas pendek dan nafsu makan hilang. Penentuan anemia klinis dipengaruhi oleh banyak variabel seperti ketebalan kulit dan pigmantasi yang tidak dapat diandalkan kecuali pada anemia berat. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sebaiknya digunakan untuk mendiagnosis dan menentukan beratnya anemia (Daemeyer, 1993).
Adapun kekurangan zat besi lainnya dapat menyebabkan :
1. Keletihan, lemah badan.
2. Berdebar, sakit dada
3. Kesukaran bernafas
Kelebihan zat besi bisa menyebabkan keracunan, dimana terjadi muntah, diare dan kerusakan usus.
Zat besi dapat terkumpul di dalam tubuh jika seseorang:
  • mendapatkan terapi zat besi dalam jumlah yang berlebihan atau dalam waktu yang terlalu lama
  • menerima beberapa tranfusi darah
  • menderita alkoholisme menahun.
Hemokromatosis merupakan penyakit kelebihan zat besi yang diturunkan, yang bisa berakibat fatal tetapi mudah diobati, dimana terlalu banyak zat besi yang diserap, menyerang lebih dari 1 juta orang di AS.
Biasanya gejala-gejalanya tidak timbul sampai usia pertengahan dan berkembang secara tersembunyi, berupa:
- kulit menjadi berwarna merah tembaga
- sirosis
- kanker hati
- diabetes
- gagal jantung, hingga kematian
Beberapa zat gizi diperlukan dalam pembentukan sel darah merah  yang paling penting adalah zat besi, vitamin B12 dan asam folat; tetapi tubuh juga memerlukan
sejumlah kecil vitamin C, riboflavin dan tembaga serta keseimbangan hormon, terutama eritropoietin (hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah). Tanpa zat gizi dan hormon tersebut, pembentukan sel darah merah akan berjalan lambat dan tidak mencukupi, dan selnya bisa memiliki kelainan bentuk dan tidak mampu mengangkut oksigen sebagaimana mestinya. Penyakit kronik juga bisa menyebabkan berkurangnya pembentukan sel darah merah.
Asupan normal zat besi biasanya tidak dapat menggantikan kehilangan zat besi karena
perdarahan kronik dan tubuh hanya memiliki sejumlah kecil cadangan zat besi. Sebagai akibatnya, kehilangan zat besi harus digantikan dengan tambahan zat besi.
Janin yang sedang berkembang menggunakan zat besi, karena itu wanita hamil juga memerlukan tambahan zat besi.